minggu malam dini hari, 30 sept ‘07..
aku terkejut akan diriku sendiri.
pasalnya.. aku baru saja menyadari mimpiku.
aku mempunyai banyak mimpi. untuk tempo waktu yg sangat jauh saja, aku bingung menyebutkan satu-satu mimpiku itu. hanya, untuk waktu jarak dekat aku akui mimpiku tak begitu banyak. yang paling anyar adalah, aku punya mimpi yang harus aku capai dalam waktu dua bulan ini.
saat pertama kali mencetus mimpi tersebut, aku kira aku cuma main2 thd mimpiku yg satu itu. aku pikir, yah.. mungkin ngga apa2 klo ngga kecapai. toh masih ada bulan berikutnya..begitu dangkal pikiranku. pernah juga sekali dua kali sih aku ngucapin mimpiku ini ke org lain. tapi semuanya lebih cuma untuk main2. mgkn kebohongan semata, rasanya. motivasinya untuk ngasi kesan ke org lain bahwa sbnrny aku ini bisa punya mimpi, lho. ngasi tau orang lain bahwa hidupku mungkin ga cuma gitu aja, krn ada yg lagi kukejar (pengennya gitu). ngasi kesan ke orang lain.. mungkin supaya tampak hebat. heh, so miserable y?
tapi tampaknya menyebutkan mimpiku itu ke orang2 memberi dampak ke bawah sadar ku sendiri. mimpi itu sudah meresap begitu dalam tanpa kusadari, bahwa sebenarnya tubuhku, alam pikiranku ingin aku mewujudkan mimpi tersebut. aku mulai merasakan bahwa tanda2 di sekitarku menunjukkan respon yang positif terhadap pewujudan mimpiku. tanda2 itu nyata..tapi, apakah mungkin mimpiku ini benar bisa terwujud? pikiranku mulai meragu. aku sendiri masih takut untuk mengakui mimpiku itu. meski aku tetap sih bercerita ke orang2 bahwa aku punya mimpi ini, tampaknya motivasiku bercerita pun sudah mulai berubah.. hingga aku sampai pada sebuah momen.
momen itu kurasakan kemarin, dini hari, Minggu 30 Sept ‘07.
di bandung. aku baru saja sampai ke pintu kosan aca, kemudian terjebak oleh percakapan tentang mimpi bersama yan2. padahal aku sudah mengantuk, makin dingin pula, tapi pcakapan kami terus mengalir. yan2 membicarakan tentang mimpinya yang terakhir, sewaktu masa perjuangannya meraih gelar sarjana yang berbuntut manis. dia lulus dan berhasil mendapatkan nilai kompre A. sungguh mengagumkan. kami juga membicarakan tentang mimpi2 dari teman2ku, yang semuanya begitu beragam. dan tiba saatnya untukku menceritakan mimpiku.
selama ini untuk menyebutkan mimpiku itu aku bisa mengucapkannya dengan begitu ringan dan gampang saja. namun malam itu begitu berat rasanya untukku mengucapkan mimpiku.
mulutku kaku. suaraku bergetar. dan selesai mengucapkannya, air mataku menetes. sungguh tak terduga.. seluruh tubuhku serasa lemas, tapi aku merasa begitu lega dan sangat bahagia. oh Tuhan.. rupanya mimpi ku ini nyata. seluruh bagian tubuhku seperti terisi oleh kesenangan yang melimpah ruah. aku telah menyadari isi hati ini, dan hati ini berkata bahwa mimpi ini harus diwujudkan.
aku belum lama ini membaca The Alchemist, dan aku sempat terpikir: apakah aku tmsk kategori yang spt si tokoh utamanya, yang menyeberangi benua demi mencari hartanya tanpa lelah, ataukah aku hanyalah pecundang yang sudah menyerah sebelum mengejar mimpinya, seperti si tokoh pemilik toko roti di ceritanya?
Paolo Coelho bilang, upaya pengejaran mimpi itu memang sulit. karena banyak orang yang sudah gagal di tahap pertama, tahap yang paling kritis, yaitu tahap pengakuan mimpi. banyak orang takut untuk mengejar mimpi mereka, karena itu akan membawa mereka menuju penderitaan-penderitaan, keluar dari comfort zone mereka. jalan meraih mimpi juga dihiasi dengan jurang-jurang kegagalan. makanya banyak orang sudah gagal sebelum memulai, karena mereka tidak siap menghadapinya.
untukku sendiri, mungkin aku merasa diriku dulu seperti itu. sampai aku menyadari, dan mengakui mimpiku ini. tentunya perjuanganku nantinya tidak akan mudah. aku terus berdoa kepada Tuhan, agar langkahku Ia kuatkan, agar tubuhku Ia tegakkan, supaya aku bisa melewati semua halang rintang yang akan kutemui dalam perjalanan meraih mimpi ini. aku bukan orang hebat. aku hanya mempunyai tekad dan berusaha meraih kepuasan diri. lagipula apa artinya hidup bila seseorang tidak bermimpi? pastilah yang ada hanya kemonotonan dalam hidup.
aku percaya apa yang dikatakan Paolo Coelho.. ‘when you want something, all of the universe will conspire to help you achieve it’. dan aku juga percaya yang dikatakan Rhonda Byrne, bahwa manusia yang menginginkan sesuatu, keinginan tersebut akan datang sendiri padanya selayaknya magnet, bila ia benar2 bersungguh2.
Tuhan.. semoga kata2ku ini bukan hanya terukir manis di sini. semoga aku benar2 bisa mewujudkan mimpiku ini. amin..
-
1
Pingback on Apr 23rd, 2008 at 2:54 pm
[...] Buat gua, lagu ini ngajarin tentang belajar berharap, bermimpi, berkhayal, apapun itu. Boleh baca tulisan temen-temen gua tentang bermimpi: Linda, Prinyo, Aca, Jijie. [...]










October 2, 2007 at 9:04 pm
Jie….pertanyaan gua…
are you a believer??
Gua juga pernah mengalami ketakutan untuk bermimpi. Lu juga tau kan betapa besar dan berat mimpi yang pernah gua ucapkan sama kalian.
Tapi..
Kalau emang kita gagal…. trus kenapa??
Yang penting kita mencoba. Jadi, suatu saat nanti… apapun hasil dari usaha kita…
Kita bisa berkata…
at least I’ve tried
Be a believer..
October 3, 2007 at 5:03 am
yang sering gw takutkan adalah,
“apa usahaku gw ini uda cukup?”
gw takut klo sbnrny gw gagal krn gw ga berusaha sepenuhnya. mungkin ini ke-tidakpede-an gw aja sih.. :p
but i am a believer..
*gw kagum ama lo mas. gw hrs blajar byk dr lo
October 8, 2007 at 10:43 am
S E M A N G A T
Jiejie!!!
hip hip hup hup semangat!