woohoo gigie kembali ngeblog! dan kali ini yang dibahas adalah: traveller.
Alkisah setelah beberapa kali gw bertravelling di eropa, bersama beragam jenis orang pula (haha), gw bisa nyimpulin bahwa ternyata ada beberapa jenis traveller xD Harap diingat bahwa jenis-jenis traveller ini disimpulkan dari pengalaman pribadi dan sangat mungkin subjektif
. Ini dia jenis-jenisnya (hihi):
……………
1. Traveller kere
sesuai dengan namanya, dia kere. sebisa mungkin dia berusaha menghabiskan duit seminimal mungkin, sampai pada tahap untuk tidak menghamburkan duit dengan menginap di hostel dan lebih memilih untuk bermalam di bandara atau di dalam kapal feri sepanjang malam. ketika dia merencanakan untuk bertravelling, tidak hanya baju yang dia masukan, tetapi juga berbungkus-bungkus Indomie dan selai arbei (!). Hal ini sejalan dengan rencananya yang memilih hostel berfasilitaskan dapur gratis: sarapan tidak perlu beli lagi, masak Indomie aja XD Kemudian ketika makan siang, karena ia sudah membawa selai arbei, ia tinggal membeli sekantong roti tawar dan jus jeruk. Hmm… nikmatnya makan murah
. Makan malam kalian tanya? Karena dia muak makan roti terus menerus, dia memutuskan untuk mencari makan di kedai makan cina. Ternyata tiap porsi makanannya cukup mahal, sehingga dia memutuskan untuk membeli seporsi nasi goreng yang akan dia share dengan teman seperjalanannya…
. Quote favorit dari jenis traveller ini adalah sebagai berikut,
“Masih cukup ngga duitnya buat beli susu sekotak?”
“Yeey masuk museumnya dikorting karena pake student card \o/”
“Haduh malem ini mo tidur di mana nih kita? Airport terdekat dari sini ada di mana ya?”
A: “Laper…”
B: “Itu di meja masi ada stroopwafel kok gw bawa dari Albert Heijn!”
A: “….” *nggak pengen*
oooooooooooooooooo
2. Traveller *uhuk* kaya
Tentunya, ini adalah kebalikan dari traveller kere di atas. “Kaya” di sini dalam makna, agak berlebih kantongnya
. Traveller jenis ini ngga pusing mikirin ngebawa Indomie ato selai arbei (yang bikin traveller kere bingung kenapa mereka ngga mau bawa Indomie seperti dia). Traveller jenis ini berprinsip pikirin nanti aja pengeluaran yang bakal dihamburkan. Toh mereka udah ngeset maksimal segini banyak budget yang bakal dipakai, gitu loh. Jeleknya, karena pengeluaran so far belom sampe maksimal budget yang uda ditaro, mereka cenderung untuk menghabiskan uang tersisa hingga maksimal budget diraih
. Meski budget berlebih, traveller kaya tetap akan berusaha menggunakan student cardnya meski student cardnya sudah expire untuk mendapatkan diskon masuk ke museum. Hal ini sungguh mengundang perdebatan untuk apa bonus uang tersisa itu bakal dipakai
. Beberapa quote terkenal dari jenis traveller ini adalah,
“Masi ada sisa kroner kan? Sini diabisin buat beli rokok aja!”
“Malam ini makan di resto mana ya…?”
A: “Udah berapa kali narik duit di atm kita?”
B: *mikir* “..kayanya uda empat kali deh.”
A: *terdiam* *menarik kesimpulan* “ngga papa deh, kan masi dalam batas budget kita..”
oooooooooo
3. Traveller setengah melek
Nah traveller jenis ini unik, karena dia berusaha menjadi traveller kere tetapi ternyata ada side effectnya (lho). Traveller ini sudah menikmati asam garam menginap di bandara, dan menikmati tidur 8 jam overnight di kapal feri. Efisien dan ngirit, bukan? Akan tetapi, di kala pagi harinya setelah menginap di bandara semalaman dan tidak mandi pula, ternyata traveller ini nyasar ketika hendak menuju suatu tempat padahal dia naek metro… sudah gitu, ketika hendak membaca peta mencari lokasi A, entah kenapa huruf-huruf segede bagong itu tidak terbaca oleh dia
Kata-kata favorit traveller ini adalah,
“Kan tadi cuma tidur 3 jaaaam…”
“Loh. kok. metronya. ke arah yang berlawanan??” *garuk-garuk kepala*
ooooooooooo
4. Traveller clueless
Jenis yang satu ini spesial banget. Cuma bermodalkan tekat dan mimpi-mimpi, dia pergi mengarungi bukit dan lembah naek pesawat ke tempat impiannya yang dia lihat cuma dari internet. Jeleknya, karena cuma modal tekat, tentunya begitu sampai ke tempatnya dia bingung: dia lagi berada di mana? *garuk-garuk*
ngga punya peta kota tempat dia dateng, ngga tau rute bus dan kebiasaan orang lokal ketika nyegat bus atau taxi, ngga tau jam berapa bus dan feri terpagi berangkat…. intinya dia clueless. Untungnya, karena muka dia yang melas dan mengenaskan ada banyak orang baek yang ngebantu dia: orang-orang yang ngasi tau di tempat beli tiket bus dan haltenya, orang-orang yang ngasi tau jam berapa seharusnya kita siap sebelum ferinya berangkat, orang-orang yang ngasi tau kalo naek taxi ke airport itu mahal… mungkin seharusnya jenis ini dikategoriin clueless dan beruntung kali ya? ![]()
oooo
Yak itu dia beberapa jenis traveller yang dapet gw simpulin. Daftar jenis-jenis ini belum selesai karena masih banyak lagi kesempatan untuk travelling, dan pastinya bakal gw terusin kalo gw nemu jenis-jenis traveller terbaru!
Until then, sampai jumpa lagiiiiiiii~
p.s: ditulis berdasarkan pengalaman pribadi dari trip ke Swiss-Austria, Brussels, Prague, dan Greece (2008-2009).










July 5, 2009 at 1:30 pm
HAHAHAHAHAAHAHHAHAAHAHAHAHAHA
lalalalaala dududududdu
*ini komen apa sih*
July 5, 2009 at 1:39 pm
situ masuk kategori mana, hun? >)
July 5, 2009 at 8:39 pm
waduh. kalo eke ga kere ga kaya ga clueless dan ga setengah melek jadi termasuk apa ya?
July 8, 2009 at 6:02 am
jadi elo masuk kategori mana jie?
ajak2 donk kalo mau ke tempat2 yg bikin ngiri itu…!
btw, kalo gue maen ke belanda, boleh nginep tempat elo ga jie? ;D
July 9, 2009 at 3:04 pm
sepertinya gw punya kecenderungan untuk menjadi seperti traveller nomor 3 dan 4. hehehehehe.. nice post, jie!!!
July 23, 2009 at 1:24 pm
wakakakakakakaka….hebat luw jie…
kamu termasuk yang mana jie???
kalo aq bingung masuk yg mana…dibilang kere iya tapi pas makan di resto bagus (soalnya ntar duitnya bisa di klaim…wekekeke) setengah melek nggak juga…clueless??? kadang2..wekekeke
July 23, 2009 at 1:42 pm
oh iya…gw tambahin jie…
makan di resto bagus trus bisa di klaim itu tidak berlaku untuk kondisi gw saat ini…wakakakakaka…
Kasian mode ON..
August 7, 2009 at 3:41 pm
@the writer
kalo begitu, nantikan jenis traveller episode berikutnya! haha
@melur
itu sebagian err.. adalah gw. tebak >)
@sherine
thank you, sher!
@wisnu
yaaah kasian bener lu nu hahaha. makanya, tetepin dong klo mo jadi kere ya kere aja XD